Fakultas Adab dan Bahasa UIN Mas Said Surakarta Gelar Pembekalan Calon Alumni Untuk Calon Wisudawan

KabarFAB– Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan acara Pembekalan Calon Alumni (Career Development Program) dengan tema “Wisuda, Saatnya Berkarya”, yang diadakan pada Selasa, 4 Februari 2025, di Aula Yosodipuro, Fakultas Adab dan Bahasa Lt. 4. Acara ini diikuti oleh kurang lebih 100 calon wisudawan, serta dihadiri oleh Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Pengembangan Karir UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. Layyin Mahfiana, S.H., M.Hum, dan Dekanat Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta.

Prof. Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd. dalam sambutannya menyatakan kegiatan ini dilaksanakan lebih awal dari jadwal wisuda tersebut bertujuan untuk memberikan bekal tambahan kepada para mahasiswa sebelum mereka benar-benar memasuki dunia kerja. Hal ini agar mahasiswa dapat lebih fokus mengikuti kegiatan, karena mengingat menjelang wisuda mereka akan menghadapi berbagai urusan yang dapat mengganggu konsentrasi. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan bahwa Career Development Program (CDP) ini merupakan kegiatan tambahan dari fakultas untuk membekali para calon wisudawan menapaki dunia kerja.

Prof. Imam Makruf juga menjelaskan bahwa selain ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, mahasiswa juga memerlukan keterampilan tambahan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. CDP merupakan proses persiapan bagi para wisudawan untuk memahami bahwa tidak semua materi yang mereka pelajari di kampus akan langsung diterapkan dalam dunia profesional. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan dan mempersiapkan diri mereka dalam menghadapi berbagai peluang dan tantangan di luar kampus.

Lebih lanjut, Prof. Imam Makruf menekankan bahwa meskipun memiliki IPK tinggi, hal tersebut tidak akan selalu menjadi jaminan keberhasilan dalam dunia kerja. Nilai akademis hanya menjadi modal awal untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keilmuan, namun faktor lain seperti keterampilan, komunikasi, dan kepribadian yang baik turut menentukan kesuksesan seseorang. Bahkan, seseorang dengan nilai rendah yang memiliki mentalitas usaha dan semangat yang tinggi seringkali lebih unggul dibandingkan mereka yang hanya mengandalkan nilai akademis semata. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya membuka peluang usaha bagi mahasiswa yang ingin menjadi wirausahawan, sebagai langkah untuk mengasah mental dan kemampuan dalam menghadapi tantangan.

Pada sesi selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pemaparan dari pembicara utama, Prof. Dr. Imam Machali, S.Pd.I., M.Pd., yang menjabat sebagaiDirector of Center for Islamic Education in Southeast Asiadan juga dosen di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dalam makalahnya yang berjudul “Wisuda, Saatnya Berkarya”, Prof. Imam Machali mengajak para mahasiswa untuk memandang hidup sebagai serangkaian pilihan yang harus diambil dengan bijak. Beliau mengungkapkan bahwa setelah wisuda, ada berbagai pilihan yang dapat diambil, seperti menjadi wirausahawan, mengabdi di kampung halaman, melanjutkan studi, bergabung dengan perusahaan, atau bahkan menikah.

Prof. Imam Machali menjelaskan tentang fenomenadisruptionyang terjadi di dunia kerja, yang mengarah pada peralihan dari sistem fisik ke teknologi digital yang lebih efisien dan inovatif. Menurutnya, perubahan ini adalah bagian dari inovasi yang akan menggantikan pekerjaan lama dengan teknologi baru yang lebih canggih. Dalam konteks ini, beliau mengutip pemikiran Charles Darwin yang menyatakan bahwa yang bertahan dalam persaingan bukanlah yang terkuat, melainkan yang paling mampu beradaptasi dengan perubahan. Seiring dengan perkembangan teknologi, beberapa pekerjaan akan digantikan oleh kecerdasan buatan (AI), sementara profesi baru yang mengutamakan keterampilan digital dan kreativitas akan muncul.

Lebih lanjut, beliau juga menyoroti perbedaan cara pandang antar generasi terhadap pekerjaan dan kekayaan. Generasi tradisionalis dan baby boomers lebih memilih menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), sementara generasi X cenderung memilih bekerja di BUMN atau perusahaan besar. Generasi Y dan Z, yang lebih akrab dengan teknologi, memilih karier di dunia kreatif atau sektor yang berkaitan dengan teknologi dan media sosial. Dalam hal konsep kekayaan, generasi terdahulu lebih mengutamakan kepemilikan aset fisik, sementara generasi Y dan Z lebih menghargai pengalaman, pengetahuan, dan penguasaan data sebagai bentuk kekayaan.

Pemaparan ini bertujuan untuk memberikan wawasan bagi para mahasiswa mengenai dinamika dunia kerja yang terus berubah, serta pentingnya beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tren terbaru. Selain itu, beliau juga mengingatkan bahwa generasi Y dan Z, yang disebut sebagaiDigital Natives, memiliki keuntungan dalam beradaptasi dengan teknologi yang lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya, yang membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri.

Acara ini diharapkan dapat memberikan motivasi dan pemahaman yang lebih baik kepada mahasiswa calon wisudawan dalam mempersiapkan langkah mereka menuju dunia kerja atau studi lanjutan. Dengan pemahaman yang lebih matang mengenai dinamika dunia kerja dan keterampilan yang dibutuhkan, para mahasiswa diharapkan mampu meraih kesuksesan dan menghadapinya dengan percaya diri.
Sumber:https://fab.uinsaid.ac.id/berita/fakultas-adab-dan-bahasa-gelar-pembekalan-calon-alumni-untuk-calon-wisudawan/