CIESA Selenggarakan Short Course Seri 1 Pengembangan Instrumen Penelitian Kuantitatif Fokus pada Instrumen Tes

CIESA Selenggarakan Short Course Seri 1

Pengembangan Instrumen Penelitian Kuantitatif Fokus pada Instrumen Tes

Yogyakarta – Pusat Studi Pendidikan Islam Asia Tenggara atau Center for Islamic Education in Southeast Asia (CIESA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sukses menyelenggarakan Short Course Seri 1 bertema “Pengembangan Instrumen Penelitian Kuantitatif: Fokus pada Instrumen Tes” pada Rabu, 4 Desember 2024. Acara ini diadakan di Program Magister dan Doktor Kampus Sambilegi FITK UIN Sunan Kalijaga dan diikuti oleh 95 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari S1, S2, hingga S3.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber ahli di bidangnya, yakni Dr. Soleh, M.Pd, seorang peneliti sekaligus data analyst di CIESA, dan Prof. Dr. Imam Machali, S.Pd.I, Direktur CIESA FITK UIN Sunan Kalijaga.

Pelatihan direncanakan selama 3 kali pertemuan, pada pertemuan pertama peserta mendapatkan materi terkait dengan Konsep Dasar Instrumen Penelitian Kuantitatif (Tes), Langkah-Langkah Pengembangan Instrumen Penelitian Kuantitatif (Tes), Validitas Isi: Penerapan dan Teknik Aplikasi Formula Aiken. Pada pertemuan kedua materi akan fokus pada Validitas Konstruk: Analisis Faktor Eksploratori (Exploratory Factor Analysis, EFA) dan Analisis Faktor Konfirmatori (Confirmatory Factor Analysis, CFA). Dan pada pertemuan ketiga materi akan fokus pada Pembuktian Validitas Konstruk dengan perangkat lunak JASP. Reliabilitas: Konsep dan pembuktiannya menggunakan aplikasi SPSS. Kualitas Butir Instrumen: Analisis berbasis Pemodelan Rasch menggunakan perangkat lunak Winstep. Dan Teknik dan Strategi Merakit Instrumen.

Menurut Dr. Soleh, keberhasilan pengembangan instrumen penelitian sangat bergantung pada pemahaman teori yang mendalam dan aplikasi teknologi yang tepat. Sementara itu, Prof. Imam Machali menekankan pentingnya integrasi antara pendekatan akademik dan kebutuhan praktis dalam menyusun instrumen yang valid dan andal.

Antusiasme Peserta

Peserta terlihat antusias selama kegiatan berlangsung. Salah satu peserta dari program S3 menyampaikan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan penelitian di bidang pendidikan Islam. "Penyampaian materi sangat komprehensif, terutama dalam pengaplikasian perangkat lunak untuk analisis data," ujar salah seorang peserta.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang strategis dalam meningkatkan kualitas penelitian kuantitatif, khususnya di bidang pendidikan Islam, baik di tingkat nasional maupun Asia Tenggara. Seri berikutnya akan membahas aspek pengembangan instrumen lainnya, yang tentunya dinantikan oleh para peserta.