Workshop Nasional Deteksi Dini Bullying dan Analisis Sosiometri

Workshop Nasional Deteksi Dini Bullying dan Analisis Sosiometri

Yogyakarta — Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar Workshop Nasional Deteksi Dini Bullying di Sekolah dan Analisis Sosiometri pada Senin, 9 Februari 2026, bertempat di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yakni luring (offline) dan daring melalui Zoom Meeting, dengan peserta dari berbagai latar belakang pendidikan.

Workshop diikuti oleh kepala sekolah, kepala madrasah, guru Bimbingan dan Konseling (BK), serta mahasiswa. Kegiatan ini menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kesadaran, kapasitas, dan strategi nyata dalam mencegah serta mendeteksi dini praktik bullying di lingkungan satuan pendidikan.

Dekan FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Sigit Purnama, M.Pd, menekankan pentingnya pemahaman mendalam tentang bullying. Menurutnya, bullying tidak dapat dipandang sebagai persoalan ringan, sebab dampaknya dapat sangat besar bagi perkembangan peserta didik—baik pada aspek psikologis, sosial, maupun proses belajar.

Sementara itu, Hj. Rindang Farikhah, MA (Dewan Pengasuh PP Bumi Cendekia dan Direktur Pusat Studi Kependudukan dan Kesejahteraan Keluarga UNU Yogyakarta) memaparkan berbagai data terkait kasus bullying serta mendorong keterlibatan banyak pihak dalam pencegahannya. Ia menegaskan bahwa upaya anti-bullying memerlukan kerja kolaboratif, mulai dari keluarga, sekolah, komunitas, hingga dukungan kebijakan dan lingkungan sosial yang sehat.

Dalam sesi berikutnya, Prof. Dr. Imam Machali, M.Pd (Direktur Pusat Studi Pendidikan Islam Asia Tenggara) menguraikan konsep dasar bullying, dimensi-dimensinya, serta langkah-langkah preventif yang relevan diterapkan di sekolah. Ia juga menyoroti pentingnya sosiometri sebagai instrumen untuk membaca pola relasi sosial, memetakan dinamika kelompok, serta menangkap potensi kerentanan yang dapat menjadi pintu masuk terjadinya bullying. Melalui pendekatan sosiometri, sekolah diharapkan dapat memperoleh gambaran lebih objektif untuk melakukan intervensi sejak dini.

Aspek praktik turut menjadi penekanan utama dalam workshop ini. Ali Ishaq (Founder ALMAS) bersama moderator Moh. Zikky, ST., MT memandu sesi aplikasi lapangan berupa praktik penggunaan sosiometri untuk mendukung deteksi dini bullying di sekolah. Peserta diajak memahami langkah-langkah pemetaan relasi, identifikasi posisi sosial siswa, hingga pemanfaatan hasil analisis untuk penyusunan strategi pendampingan dan pencegahan yang lebih terarah.

Kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama berbagai pihak, antara lain FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Aplikasi ALMAS, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Pondok Pesantren Bumi Cendekia Yogyakarta, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), dan Musyawarah Kerja Kepala Madrasah (MKKM). Kolaborasi lintas institusi ini memperkuat pesan bahwa isu bullying membutuhkan sinergi antara dunia pendidikan, riset, komunitas, dan inovasi teknologi.

Melalui workshop ini, panitia berharap peserta memperoleh pemahaman konseptual yang kuat sekaligus keterampilan praktis dalam memetakan relasi sosial siswa, sehingga sekolah dapat membangun ekosistem belajar yang aman, sehat, dan berkeadilan—serta mampu mencegah bullying sebelum berdampak lebih luas pada peserta didik.