CIESA Selenggarakan Pelatihan Integrasi-Interkoneksi Pikir dan Zikir
Kegiatan TOT Integrasi
Yogyakarta – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta melalui Pusat Studi Pendidikan Islam Asia Tenggara / Center for Islamic Education in Southeast Asia (CIESA) menyelenggarakan Training of Trainer (ToT) Integrasi-Interkoneksi Pikir dan Zikir dalam Agama dan Ilmu Pengetahuan. Kegiatan ini berlangsung dengan diikuti 35 peserta dari akademisi dan peneliti. Pelatihan dilakukan dalam rangka menggali konsep integrasi antara spiritualitas dan intelektualitas.
Acara dilaksanakan selama sehari (Rabu, 11 Desember 2024) ini diisi oleh narasumber utama yaitu Prof. Dr. Maksudin, M.Ag., sebagai penggagas dan ilmuwan yang konsen pada kajian dan pemikiran Integrasi dan interkoneksi.
Dalam sambutannya, Dekan FITK Prof. Dr. Sigit Purnama, M.Pd., menegaskan pentingnya membangun paradigma pendidikan yang mampu menyatukan nilai-nilai keislaman dengan kajian ilmiah modern. Dekan memandang bahwa Kajian integrasi dan interkoneksi di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam beberapa tahun ini kurang mendapatkan perhatian, sehingga pelatihan TOT ini menjadi penting untuk merevitalisasi pemikiran integrasi dan interkoneksi sebagaimana core value UIN Sunan Kalijaga.
Sementara itu, Prof. Dr. Maksudin, M.Ag., dalam sesi pemaparan materi menekankan bahwa integrasi ilmu dan agama tidak hanya relevan, tetapi mendesak di era disrupsi ini. Menurutnya, zikir dan pikir adalah dua sisi yang saling melengkapi dalam membangun peradaban. “Pendidikan Islam tidak bisa lagi hanya fokus pada satu sisi saja, kita harus menciptakan ruang dialog antara sains dan spiritualitas,” jelasnya.
Ketua Pusat Studi Pendidikan Islam Asia Tenggara (CIESA) Prof. Dr. Imam Machali, M.Pd., menambahkan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi para dosen dalam menyampaikan materi pendidikan Islam yang relevan dan holistik. “Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para dosen dapat menjadi agen perubahan yang mengimplementasikan nilai-nilai integrasi-interkoneksi di kelas dan masyarakat,” katanya.
Sebagai koordinator pelaksana kegiatan, Jakfar Luthfi, Ph.D menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan atas kebutuhan dan komitmen bersama untuk terus membumikan pemikiran dan konsep integrasi dan interkonesi dalam dinia nyata, khususnya dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus mengembangkan kurikulum berbasis integrasi-interkoneksi di berbagai institusi pendidikan Islam, khususnya di lingkup UIN Sunan Kalijaga. Pelatihan seperti ini diharapkan menjadi langkah awal dalam melahirkan inovasi pendidikan yang berdampak luas bagi masyarakat. (Mex)